Jepang
Jepang,siapa yang tidak kenal dengan negeri sakura ini,negara ini biasanya identik dengan penduduk yang matanya banyak yang sipit. kemajuannya dalam bidang teknologi jg membuat jepang menjadi salah satu negara maju di dunia yang terkenal akan robot dan teknologi canggih lainnya, jepang juga terkenal dengan film kartun yang banyak ditayangkan di berbagai belahan dunia, yaitu anime.
Meski demikian, negara ini juga dikenal memiliki sejarah yang cukup "gelap" karena pernah mencetuskan perang dunia ke 2 melawan sekutu. indonesia juga pernah disinggahi oleh negara ini, jepang saat itu dianggap sebagai "sahabat" karena telah mengusir kaum barat dari indonesia, akan tetapi negeri ini juga "memanfaatkan" kepolosan kita, yaitu indonesia dengan mengeksploitasi kekayaan alam kita yang di minati oleh banyak orang. untuk mengatasi perlawanan-perlawanan yang tidak diinginkan, jepang membuat banyak kebijakan yang menguntungkan mereka agar dapat "mengeruk" potensi kekayaan di indonesia salah satunya di bidang pendidikan, militer, sosial budaya, dan ekonomi. berikut akan dipaparkan sedikit dari kebijakan tersebut.
Ekonomi, untuk memaksimalkan pendapatan di ekonomi, jepang menerapkan kebijakan :
- Sistem autarki, yakni rakyat dan pemerintah daerah wajib memenuhi kebutuhan sendiri untuk menunjang kepentingan perang Jepang.
- bidang perkebunan di masa Jepang mengalami kemunduran. Hal ini berkaitan dengan kebijakan Jepang yang memutuskan hubungan dengan Eropa (yang merupakan pusat perdagangan dunia).
- Tanaman perkebunan yang kurang berguna bagi kepentingan perang diganti dengan tanaman jarak yang diguanakan untuk pelumas mesin.
- Tanah-tanah yang zaman Belanda dijadikan perkebunan, pada masa pendudukan Jepang dirubah menjadi tanah pertanian.
- Upaya peningkatan bahan pangan berupa beras dan jagung dengan jalan membuka lahan pertanian baru. Dalam kaitan ini Jepang telah membentuk badan yang diberi nama Shokuryo Konri Zimusyo (Kantor Pengelolaan Pangan)
- Banyak prabrik gula yang ditutup
- Jepang membuka pabrik mesin, paku, kawat, dan baja pelapis granat, tetapi semua usaha itu tidak berkembang lancar karena kekurangan suku cadang.
- Sistem tonarigumi, yakni dibentuk organisasi rukun tetangga yang terdiri atas 10 – 20 KK untuk mengumpulkan setoran kepada Jepang.
- Jepang memonopoli hasil perkebunan berdasarkan UU No. 22 Tahun 1942 yang dikeluarkan oleh Gunseikan.
- Adanya pengerahan tenaga yakni Romusha. Mereka dipekerjakan di lingkungan terbuka, misalnya di lingkungan pembangunan kubu-kubu pertahanan, jalan raya, lapangan udara. Pada awalnya, tenaga kerja dikerahkan di Pulau Jawa yang padat penduduknya, kemudian di kota-kota dibentuk barisan romusa sebagai sarana propaganda. Desa-desa diwajibkan untuk menyiapkan sejumlah tenaga romusa. Panitia pengerahan tersebut disebut Romukyokai, yang ada di setiap daerah
- Para petani harus menjual hasil produksi padinya kepada pemerintah sesuai dengan kuota yang telah ditentukan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah Jepang.
- para murid diwajibkan masuk organisasi murid (gakutotai)
- diwajibkan ikut latihan dasar militer
- diwajibkan ikut kinrohosy yaitu mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk perang, misalnya menanam pohon jarak, menyiangi sawah, membasmi hama
- Ditanamkan semangat Nippon Sieshin (semangat jepang)
- untuk para guru diwajibkan kursus bahasa jepang, para murid di haruskan hafal lagu kebangsaan jepang, dan melakukan sekirei( membungkukan badan ke matahari terbit)
- jepang juga mendirikan banyak sekolah diantaranya :
- Koo Kumin Gakku (Sekolah Rakyat) 6 tahun
- Tyu Gakku (SMP untuk pria) 3 tahun
- Dyoo Gankku (SMP untuk putri) 3 tahun
- Sekolah Menengah Tinggi
- Djan Sihan Gakku (SGB)
- Kooto Sihan Gakku (SGA)
- Ika Dai Gakku (Sekolah Tinggi Kedokteran)
- Shika Dai Gakku (Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi)
- Kagyo Dai Gakku (Sekolah Tinggi teknik)
- kenkoku Gakuin (Akademi Pamongpraja)
1. Pembentukan Rukun Tetangga (RT). Anda jangan membayangkan
seperti RT yang ada pada zaman kita sekarang ini. Tapi Tanarigumi (RT)
yang dibentuk oleh pemerintah Jepang ini, digunakan untuk menggalang dan
memobilisasi tenaga yang sangat besar dari kalangan masyarakat untuk membuat
benteng-benteng pertahanan, lapangan pesawat terbang darurat, jalan, dan
jembatan. Terbentuknya RT ini otomatis akan mempermudah pengawasan dan
pengerahan masyarakat untuk melakukan kerja bakti yang serupa dengan kerja paksa
(Kinrohoishi) tersebut.
2. Dibentuknya tenaga Romusha. Romusha awalnya hanyalah tenaga
kerja yang dilakukan dengan sukarela, tetapi lama kelamaan berubah menjadi
sistem tenaga kerja paksa. Para tenaga romusha ini dipaksa untuk membantu
tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh Jepang. Medan peperangan Jepang yang
semakin luas menyebakan tenaga romusha ini tidak hanya ditempatkan di Indonesia
tetapi juga dikirim sampai ke luar negeri, seperti Malaysia, Myanmar, Serawak,
Thailand, dan Vietnam. Bangsa “Kerdil” ini memperlakukan para tenaga kerja ini
seperti binatang. Mereka dipaksa bekerja sangat berat tanpa dikasih makan dan
minum, apalagi diberikan jaminan kesehatan. Mereka dibiarkan mati begitu saja.
Kebiadaban ini menyebabkan pemuda berusaha menghindar dan melakukan perlawanan
dari romusha ini, akibatnya Jepang mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga
kasar.
Dua kebijakan di atas tadi adalah sisi yang kelam dari bangsa
Jepang di Indonesia. Tapi tidak adil rasanya, kalau kita menafikan kebijakan
bidang sosial yang dilaksanakan pemerintah Jepang, yang menguntungkan bagi
bangsa Indonesia walaupun pada dasarnya tetap bagi kepentingan Jepang
sendiri, yaitu:
3. Kebijakan sosial di bidang pendidikan. Pada zaman Jepang,
pendidikan mengalami peru-bahan.
Sekolah Dasar (Gokumin Gakko) diperuntukkan untuk semua warga masyarakat tanpa membedakan status sosialnya. Pendidikan ini ditempuh selama enam tahun. Sekolah menengah dibedakan menjadi dua, yaitu: Shoto Chu Gakko (SMP) dan Chu Gakko (SMA). Di samping itu, ada Sekolah Pertukangan (Kogyo Gakko), Sekolah Teknik Menengah (Kogyo Sermon Gakko), dan Sekolah Guru yang dibedakan menjadi tiga tingkatan. Sekolah Guru dua tahun (Syoto Sihan Gakko), Sekolah Guru empat tahun (Guto Sihan Gakko), dan Sekolah Guru dua tahun (Koto Sihan Gakko).
Sekolah Dasar (Gokumin Gakko) diperuntukkan untuk semua warga masyarakat tanpa membedakan status sosialnya. Pendidikan ini ditempuh selama enam tahun. Sekolah menengah dibedakan menjadi dua, yaitu: Shoto Chu Gakko (SMP) dan Chu Gakko (SMA). Di samping itu, ada Sekolah Pertukangan (Kogyo Gakko), Sekolah Teknik Menengah (Kogyo Sermon Gakko), dan Sekolah Guru yang dibedakan menjadi tiga tingkatan. Sekolah Guru dua tahun (Syoto Sihan Gakko), Sekolah Guru empat tahun (Guto Sihan Gakko), dan Sekolah Guru dua tahun (Koto Sihan Gakko).
Seperti pada zaman Belanda, Jepang tidak menyelenggarakan
jenjang pendidikan universitas. Yang ada hanya Sekolah Tinggi Kedokteran (Ika
Dai Gakko) di Jakarta, Sekolah Tinggi Teknik (Kagyo Dai Gakko) di Bandung. Kedua
Sekolah Tinggi itu meru-pakan kelanjutan pada zaman Belanda. Untuk menyiapkan
kader pamong praja diselenggarakan Sekolah Tinggi Pamongpraja (Kenkoku Gakuin)
di Jakarta.
4. Penggunaan Bahasa Indonesia. Menurut Prof. Dr. A. Teeuw
(ahli Bahasa Indonesia berkebangsaan Belanda) bahwa pendudukan Jepang merupakan
masa bersejarah bagi Bahasa Indonesia. Tahun 1942, pemerintah pendudukan Jepang
melarang penggunaan Bahasa Belanda dan digantikan dengan Bahasa Indonesia.
Bahkan, pada tahun 1943 semua tulisan yang berbahasa Belanda dihapuskan diganti
dengan tulisan berbahasa Indonesia.
- mendirikan seinendan (barisan pemuda) dan keibodan (pembantu polisi).Anggota seinendan adalah pemuda yang berusia 14-22 tahun. Mereka yang lebih tua dimasukkan ke dalam Keibodan.
- rakyat indonesia diberi kesempatan untuk masuk heiho (prajurit perang).Tugas Heiho adalah melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar seperti mengangkat perlengkapan militer dan memasak. Karena Jepang kekurangan tenaga kemudian Heiho ini diikutkan dalam pertempuran atau masuk pasukan tempur.
- Dibentuknya Pasukan Sukarela Pembela Tanah Air (Boei Gyugun) disingkat PETA.Manfaat utama yang diperoleh bagi para pemuda-pemuda Indonesia dalam Peta adalah gemblengan fisik dan semangat cinta tanah air, serta kepercayaan diri yang besar. Kaum nasionalis mengarahan mereka untuk kepentingan perjuangan. Peranan mereka amat besar pada masa awal kemerdekaan.
Nah sekarang, mampukah indonesia menjadi maju seperti jepang di era modern ini ? Tentunya pasti bisa ! Walaupun masih jauh dibandingkan jepang, Indonesia juga sudah mulai mengembangkan robot robot untuk melakukan kegiatan rumah tangga. dari segi ekonomi indonesia sebetulnya lebih kaya dibandingkan japang, namun karena kurangnya teknologi dalam mengolah, indonesia menjadi terbelakang. penemu - penemu muda indonesia sedang mengembangkan cara untuk memaksimalkan pengolahan SDA di indonesia.
No comments:
Post a Comment