Ketika
aku menjadi kiai dahlan,
Beliau
adalah orang yang memegang teguh pendiriannya. Beliau sudah berani berdiskusi
dengan imam besar di masjid keraton dan bahkan ingin mengubah kiblat masjid
keraton yang salah.
Beliau
juga kritis dalam menanggapi kondisi umat pada masa itu yang cenderung
ikut-ikut atau bertaklid secara membabi buta tanpa mengetahui ilmunya. Menggunakan
media musik dalam pengajarannya juga dipandang cukup unik pada waktu itu.
Beliau
juga melek akan teknologi barat yang pada waktu itu dipandang tabu jika
melakukan pengajaran dengannya. Daya logikanya mampu membuat masyarakat ikut membuka
mata akan pentingnya memanfaatkan sesuatu demi kepentingan umat. Beliau menggambarkan
betapa pentingnya berjihad dengan gigih dan pantang menyerah.
Beliau
juga peduli dengan pendidikan masyarakat indonesia , hal ini dibuktikan dengan
dirintisnya muhammadiyah yang merupakan ormas yg tidak bernuansa politik. Banyak
pejuang hebat indonesia yang masuk ke dalam ormas ini karena juga ingin
memajukan indonesia seperti buya hamka, k.h mas mansur, dan banyak lainnya.
Jika
saya menjadi k.h ahmad dahlan saya ingin merintis lebih banyak sekolah dan
ingin juga memberitahu kedekatan saya dengan k.h hasyim asyari yang saat ini
banyak diperdebatkan antara nu atau muhammadiyah. Saya juga ingin membuat
jurnal kehidupan saya agar orang tahu bagaimana perjuangan saya dalam usaha
ingin mengubah islam pada saat itu.